Breaking News
Loading...
Jumat, 29 Agustus 2014

MENDULANG BERKAH DENGAN SEDEKAH

10.21
Saya yakin, semua kita menginginkan kebaikan, keberkahan dan pahala yang berlipat ganda, tanpa terkecuali penulis maupun pembaca. hal ini tidak dapat dipungkiri oleh setiap yang memiliki hati. hanya saja, terkadang dan bahkan sering kali tabiat suci ini  ditutupi oleh hawa nafsu dan godaan setan yang menjadikan seseorang lebih memilih dan memperhatikan    kenikmatan sesaat yang mengakibatkan kebinasaan yang berkepanjangan.


pada kesempatan kali ini pena pelajar muslim akan menyebutkan sebuah jalan atau cara yang akan mengantarkan kepada keberkahan dan pahala kebaikan yang berlipat ganda, dengan izin Allah.

Ketahuilah saudara dan saudariku yang dirahmati Allah, bahwasanya jalan atau cara yang kami maksudkan itu adalah "sedekah". iya, sedekah !!!. benar, ia  merupakan kebaikan yang mendatangkan kebaikan yang lebih besar daripadanya, ia dapat berlipat ganda sehingga menjadi ratusan bahkan ribuan kali lipat, ia  bagaikan sebutir benih yang ditanam kemudian tumbuh dan berkembang sehingga menghasilkan tujuh cabang, yang pada tiap-tiap cabang itu akan membuahkan seratus biji. Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan :

 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah  adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al Baqarah: 261).

cukuplah ayat diatas sebagai motivasi bagi setiap insan yang beriman yang mengidamkan kemakmuran masa depan akhiratnya bahkan di dunia sebelum itu agar menjadikannya semangat dan berlomba-lomba dalam bersedekah.

 Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan bahwasanya dengan bersedekah seseorang akan mendapatkan kebajikan yang sempurna:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali Imran: 92)

namun, sangat disayangkan banyak dari kita justru merasa berat dan susah jika menyisihkan sebagian hartanya untuk disedekahkan. Ia mengira harta yang dikumpulkan dengan susah payah itu sepenuhnya menjadi miliknya dan tidak ada untungnya jika disedekahkan kepada orang lain. takut merugi dan kehilangan jika harus menginfakkannya. Padahal, dalam setiap harta yang dikumpulkan seseorang, ada hak bagi mereka yang memerlukan dan membutuhkan .

merasa rugi dan takut miskin jika menginfakkan harta merupakan sifat kikir yang melambangkan lemahnya iman. dan inilah yang menjadikan seseorang terhalang untuk berinfak, terlebih apabila harta itu merupakan sesuatu yang amat dicintai. dan sifat seperti ini amatlah jauh dari hamba-hamba  Allah yang shalih dan kokoh keimanannya.

Kalo anda ingin membuktikan hal itu bacalah sejarah mereka, bagaimana mereka menginfakkan harta-harta mereka. mereka berinfak tanpa ada sedikitpun kekhawatiran dihati mereka akan merugi dan tidak pula mereka takut miskin, mereka berinfak karena dorongan iman dan keyakinan mereka akan janji-janji Allah. lihatlah bagaimana Nabi kita sallallahu 'alaihi wasallam, beliau sangat-sangat dermawan sampai-sampai kedermawanan beliau  mengalahkan hembusan angin. lihat pula bagaimana  para sahabat beliau. mereka amat ringan tangan dalam bersedekah.

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu’anhu telah menginfakkan seluruh hartanya dalam suatu kesempatan. dan Umar Radhiallahu’anhu menginfakkan separoh hartanya, sedangkan Utsman Radhiallahu’anhu menyiapkan bekal seluruh pasukan al-‘usrah. Jika kita merasa berat  dan tidak mampu seperti mereka maka kita mulai dari yang terkecil sebagaimana yang disebutkan "jagalah dirimu dari apai neraka meskipun dengan menginfakkan sebiji kurma". apalah nilai sebutir kurma, namun apabila ia disirami dengan siraman keimanan maka ia akan tumbuh besar, berakar kokoh, berbatang tinggi sampai cabang-cabangnya pun menjulang ke langit dan tentu akan membuahkan buah yang begitu banyak. Allahu akbar!
Rasulallah sallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:

 مَا تَصَدَّقَ أَحَدٌ بِصَدَقَةٍ مِنْ طَيِّبٍ وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ إِلَّا أَخَذَهَا الرَّحْمَنُ بِيَمِينِهِ وَإِنْ كَانَتْ تَمْرَةً تَرْبُو فِي كَفِّ الرَّحْمَنِ حَتَّى تَكُونَ أَعْظَمَ مِنْ الْجَبَلِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ أَوْ فَصِيلَهُ

Tidaklah seseorang bersedekah dari harta yg baik & halal -dan Allah tak menerima kecuali dari harta yg baik (halal) - kecuali Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya walaupun berupa satu biji kurma & dia akan berkembang di telapak tangan Ar Rahman hingga menjadi lebih besar dari gunung sebagaimana seseorang diantara kalian membesarkan anak kudanya.
[HR. Tirmidzi No.597].

lebih dari itu, sedekah memiliki keutamaan yang sangat banyak sebagaimana yang disebutkan oleh  Ali bin Muhammad Ad-Dahhami dalam buku "Sedekahlah, Maka Kau Akan Kaya"  beliau memaparkan keutamaan sedekah dan faedahnya yang digali dari beberapa hadits. antara lain; sedekah dapat memadamkan kemarahan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dapat menghapus kesalahan, perisai dari api neraka, mengobati penyakit hati, menolak berbagai macam bala’, melipatgandakan pahala, dan masih banyak lagi. Beliau juga menerangkan bagaimana cara melaksanakan sedekah yang paling utama, adab-adab dalam bersedekah, serta beberapa contoh dan teladan dalam bersedekah.

semoga kita dapat meneladani apa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya untuk mendapatkan balasan yang sudah dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala baik itu di dunia maupun di akhirat nanti...amiin.

wallahu a'lam bisshawab

_____________
Oleh: Abu Jinan
Fb: Haeruman Santri

2 komentar:

  1. https://www.dropbox.com/s/mpr07gqdnm27ods/Manshet%20template%20free%20version.xml?dl=0

    BalasHapus

kami menerima keritik dan saran yang membangun dari para pembaca...

 
Toggle Footer